Jadwal Sidang & Even

S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Sidang & Acara Terakhir

Tidak ada acara

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
HAKIKAT COBAAN ALLAH PDF Print E-mail
Ditulis oleh beta   
Saturday, 22 March 2008

Oleh : Drs. H. Tata Taofiqurrohman, S.H.,M.H.

Ujian keburukan yang menimpa manusia bisa jadi memang ujian dari Allah tetapi bisa jadi merupakan hukuman dari-Nya. Bila ia menimpa kepada kaum muslimin yang taat, mejalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, itu adalah ujian. Tetapi, bila ini menimpa kepada orang yang bermaksiat dan melanggar hak orang lain, bisa jadi ini adalah bentuk hukuman.

Allah SWT telah berfirman yang artinya, "Tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan, hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (Al-Anbiya: 35). Allah SWT adalah pemilik alam semesta ini. Ia Maha Kuasa terhadap seluruh ciptaan-Nya. Ia berkusa untuk memberikan kebaikan kepada siapa saja yang dikehendaki, sebagaimana ia juga berkusa untuk memberikan keburukan kepada siapa saja yang dikehendaki. Ia berkuasa untuk melapangkan rezeki, sebagaimana ia juga berkuasa menyempitkannya. Semua ini adalah kekuasaan Allah yang diberikan kepada para makhluk-Nya.  

Dalam tafsir Ibnu Katsier disebutkan, maksud ayat di atas adalah bahwa Allah akan menguji manusia sesekali dengan musibah dan sesekali dengan nikmat. Kemudian Allah akan melihat siapa yang bersyukur, siapa yang kufur, siapa yang sabar, dan siapa yang putus asa. Ali bin Abi Talhah mengatakan maksud dari "menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan" adalah dengan kesempitan dan kelapangan, kesehatan dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, kehalalan dan keharaman, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.  Barang siapa yang diuji Allah dengan kebaikan dengan segala bentuknya, hendaknya ia bersyukur dan beristikamah (berjalan lurus di atas Islam). Allah SWT berfirman yang artinya, "Jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak). Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya." (Jin: 16--17).  Barang siapa yang diuji dengan kebaikan, hendaklah ia bertanya kepada dirinya sendiri, "Apakah dirinya tetap berjalan lurus?" "Apakah ia melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya?" "Apakah ia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya?" Ketahuilah sesungguhnya kebaikan yang diberikan Allah kepada seseorang adalah ujian untuk mengetahui apakah ia bersyukur atau tidak. Allah SWT berfirman (bercerita) tentang Nabi Sulaiman a.s. yang artinya, "Untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan, barang siapa bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabku Maha Kaya lagi Mahamulia." (An-Naml: 40).  

Pertanyaan Nabi Sulaiman A.S. ini muncul setalah ia mendapatkan kerajaan Balqis. Nabi Sulaiman A.S. sadar bahwa apa yang diperolehnya hanyalah sebuah ujian untuk mengujinya apakah ia bersyukur kepada Allah, apakah ia meyakini bahwa semua ini adalah dari Allah semata atau sebaliknya, dari usaha dan pikirannya saja.  Tetapi, manusia tidak semuanya demikian. Ada juga kelompok manusia yang bila mereka diuji oleh Allah dengan kebaikan, mereka justru bertambah durhaka dan semakin tenggelam dalam kemaksiatan. Adakalanya juga Allah SWT tetap memberikan kepada mereka nikmat-nikmat-Nya meskipun mereka tenggelam dalam kemaksiatan. Yang demikian itu adalah istidraj. Allah SWT berfirman yang artinya, "… nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh." (Al-Qalam: 44--45).  Rasulullah saw. juga bersabda yang artinya, "Apabila kamu melihat Allah melimpahkan nikmat kepada seorang hamba, sedangkan ia melakukan kemaksiatan, itu adalah istidraj."  

Dengan demikian, ada dua kelompok manusia dalam menyikapi cobaan kebaikan yang diberikan oleh Allah. Pertama, orang yang bersyukur dan tetap istikamah, kedua orang yang tenggelam dalam kemaksiatan.  Di samping dengan kebaikan, Allah SWT juga menguji dengan keburukan, baik itu berupa sakit, kelaparan, kesempitan, kesesatan kehilangan harta, jiwa maupun yang lainnya. Ujian ini bisa menimpa siapa saja, baik mukmin maupun kafir, muslimin awam maupun muslimin setingkat sahabat dan Rasulullah saw. Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badr) kamu berkata, 'Dari mana datangnya (kekalahan) ini?' Katakanlah, 'Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.' Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segara sesuatu." (Ali Imran: 165). Ini adalah ujian yang menimpa sahabat dan Rasulullah saw.  Ujian keburukan yang menimpa manusia bisa jadi memang ujian dari Allah tetapi bisa jadi merupakan hukuman dari-Nya. Bila ia menimpa kepada kaum muslimin yang taat, mejalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, itu adalah ujian. Tetapi, bila ini menimpa kepada orang yang bermaksiat dan melanggar hak orang lain, bisa jadi ini adalah bentuk hukuman. Allah SWT berkisah tentang pemilik kebun yang tidak mengizinkan orang miskin memasukinya, "Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu." (Al-Qalam: 24). Mereka mengharamkan hak manusia yang lain dan ini adalah sebuah kemaksiatan, karena itu ia berhak mendapatkan bala dari Allah, sebagaimana firman-Nya yang artinya, "Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu merka panggil-memanggil di pagi hari." (Al-Qalam: 19--21). Sampai pada akhirnya mereka mengaku bersalah dan berkata, "Aduhai celakalah kita, sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas." (Al-Qalam: 31). Ketika mereka berbuat zalim mereka terkena hukuman.  Karena itu, hendaklah kita mengetahui, bila musibah itu menimpa kaum muslimin, hendaknya mereka bersabar, melakukan muhasabah (evaluasi diri) dan menyadari bahwa ini adalah ujian untuk menguji keimanan dan keyakinannya. Namun, bila musibah keburukan itu menimpa orang-orang yang melalaikan perintah Allah, ini adalah bagian dari hukuman-Nya.  Semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai orang yang bersyukur, bersabar, dan istiqomah. Amin. Wallahu a'lam.

Update Terakhir ( Saturday, 22 March 2008 )
 


Shout Box

Latest Message: 1 day, 6 hours ago
  • ali : tolong hub.085255454979, cos saya mau jadi publisher nih.
  • ali : boleh tau nda? siap nih, adminnya? sy mau posting, cos artikelnya mau updet lagi nih
  • Ali PA PAni : to soebita; gimana nih, aku mau jadi publiser nih? tolong dong...
  • Ali : kabar baikji kwan... sudah dapat remunerasinya?
  • jumat patip : selamat dgn telah online websitex semoga semakin lancar n maju
  • jamil_tmk : Ass. wr. wb. Pak Gazali&Pak Lukman gmn kabrnya? Ada info segarkah? :)
  • rimosan@doe : selamat atas on line web-nya. salam dari teman2, semoga succes slalu
  • mich'bt : Web-nya bagus s'lamat ya!!! klu boleh di update :arrow: t'rus.... :)
  • soebita : Selamat atas online nya website Pengadilan Agama Paniai Jayapura

Smilies?

Statistics

Members: 5
News: 49
Web Links: 33